Keren, FKIP UM Banjarmasin Gelar Konferensi Nasional Pendidikan : Merdeka Belajar di Era Pendidikan 4.0

By in , , ,
78
FKIP UMBJM Konferensi National
Rektor dan Ketiga Pemateri
Peserta dan Panitia Webinar Konferensi Nasional

FKIP UMBJM -Konferensi Nasional Pendidikan Ke-1, dengan tema: Merdeka Belajar di Era Pendidikan 4.0, Kegiatan webinar itu digelar FKIP UM Banjarmasin, Selasa 21  Juli 2020.

Konferensi Nasional itu dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi zoom dan disiarkan secara langsung melalui akun youtube Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.

Acara konferensi pendidikan yang digelar oleh FKIP UM Banjarmasin (Prodi Pendidikan Matematika, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Prodi pendidikan Bahasa Indonesia) ,bekerja sama dengan Prodi Pendidikan Matematika Universitas Lambung Mangkurat, Jurusan Pendidikan Matematika UIN Antasari, Prodi Pendidikan Matematika Universitas Balikpapan, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNISKA dan Jurusan Tadris Bahasa Inggris UIN Antasari. Konferensi itu diikuti oleh 367 peserta yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia dari Banda Aceh hingga Monokwari, Papua. Selain itu diikuti 82 pemakalah pendamping, yang juga berasal dari berbagai insititusi Pendidikan di Indonesia, seperti Yogyakarta, Jember, Balikpapan, Palu dan daerah lainnya.

Acara konferensi itu dibuka oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Dr. Ahmad Khairuddin, M. Ag. Dalam pidato pembukaannya, beliau menyampaikankan bahwa visi UMB untuk menjadi universitas yang terkemuka, unggul, professional berkarakter islam dan berkemajuan sejatinya telah mendukung esensi dari gagasan merdeka belajar, dengan menyadari pendidikan yang efektif adalah pendidikan yang beorientasi pada bakat dan Genuine Curiosity yang merupakan kata kunci oleh institusi pendidikan dalam rangka mengakselarasi capaian tujuan pendidikan nasional.

“Sistem pendidikan yang bersifat memaksa dan tidak ramah terhadap bakat peserta didik harusnya dihentikan, revolusi pendidikan harus dimulai dengan memerdekakan tiap peserta didik  untuk mengekspresikan dan mengeksplorasi bakat dan minat yang dimiliki peserta didik” terang Rektor UM Banjarmasin.

Beliau juga menyatakan bahwa pimpinan Universitas Muhammadiyah banjarmasin  menyambut baik dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada FKIP UM Banjarmasin karena menyelenggarakan event yang sangat penting di suasana yang sangat relevan ini semoga kegiatan seperti ini menjadi membudaya di instusi kita, Universitas muhammadiyah Banjarmasin.

Pada sesi pembicara utama, diawali oleh Drs. H. Muh. Yusuf Effendi, M.AP, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan dengan topik: Merdeka Belajar: Dari Konsep ke Praktik, beliau memaparkan bahwa merdeka belajar adalah program terbaru dari kementrian pendidikan nasional yang disampaikan oleh  Nadiem makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Konsep merdeka belajar  harus mendorong tumbuhnya daya nalar dan karakter peserta didik secara utuh, untuk itu satuan dan pendidik diberikan keleluasaan untuk kemerdekaan kreatifitas dalam menciptakan lingkungan belajar yang berpihak  pada peserta didik dan  berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tidak hanya untuk kebebasan belajar tetapi juga pada kebebasan berpikir dan esensinya ada pada pendidik harus memiliki kebebasan berpikir agar dapat menumbuhkan kebebasan berpikir untuk peserta didik. Untuk itu, diperlukan proses interpretasi Merdeka Belajar oleh pengelola pendidikan dan pendidik dalam proses pembelajaran” ujarnya.

Selain itu pula beliau memaparkan bahwa Merdeka belajar pada pendidikan sekolah menengah pada prakteknya ada 4 hal yang menjadi poin penting, yaitu 1) Sekolah berstandar nasional, guru dan sekolah lebih merdeka dalam menilai hasil belajar peserta didik, 2 ) Ujian nasional akan ditiadakan, ujian untuk menilai kompetensi siswa diserahkan kepda sekolah. Ujian nasional tidak akan diperlakukan lagi, akan diubah menjadi asesmen kompetensi minimum dan softwere karakter diletakkan di tengah jenjang pendidikan bukan di akhir sepertis sekarang ini. 3) RPP, cukup 1 halaman saja, yang terpenting memuat tiga komponen tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan asesmen. Hal ini dimaksudkan supaya waktu guru dapat digunakan untuk menyiapkan pembelajaran dan mengevaluasi pembelajaran dengan maksimal, 4) Penerimaan peserta didik baru melaui 4 jalur, yaitu jalu zonase, jalur affirmasi, jalur mengikuti kepindahan orang tua dan jalur prestasi.

Narasumber kedua Dr. Samsul Maarif, M.Pd, ketua Program Studi dan pakar pembelajaran matematika dari UHAMKA Jakarta dengan topik: Inovasi Pembelajaran Matematika di Kelas, beliau menyampaikan tentang Isu-isu pembelajaran matematika yang sedang hangat saat ini, pembelajaran di masa pandemic, merdeka Belajar-kampus merdeka, Pendidikan abad 21, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran matematika, literacy dan numerasi, HOTS dan pengembangan pendidikan.

“Agar pembelajaran dapat mengakomodir dan memfasilitasi isu-isu dengan baik, maka pendidik harus siap berinovasi mengikuti perkembangan pendidikan matematika tersebut. Inovasi pembelajaran matematika ditunjukkan dengan adanya upaya baru yang kreatif ke arah yang lebih baik pada proses pembelajaran matematika sehingga tujuan dapat tercapai. Ide baru dan pemikiran kreatif tertuang dan dimunculkan dalam perangkat pembelajaran, media pembelajaran, sumber belajar, metode pendekatan sehingga tercapainya pembelajaran bermakna dan tujuan pembelajaran”,ujar Dr. Samsul selaku  pakar matematika ini.

Beliau jugan mencontohkan bagaimana guru berinovasi dalam memberikan soal-soal matematika melalui soal HOTS dan bagaimana guru berinovasidalam penyampaian konsep matematika dengan contoh dan strategi yang ada di lingkungan sekitar.

Narasumber terakhir Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd, dosen dan pakar strategi pembelajaran bahasa dari UIN Antasari Banjarmasin dengan topik: Strategi Pembelajaran Bahasa di era kampus merdeka-merdeka belajar, strategi pembelajaran Bahasa dihubungkan dengan pendekatan yang komunikatif dalam mngeksplorasi keterampilan dalam berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis.

“Peran guru dalam merancang belajar terdiri dari bagaimana medesain proses belajar melalui ranah digital, berbasis data, informasi, knowledge-wisdom, mengakomodir tantangan berpikir HOTS, mendorong learn how to learn dan membentuk pola pikir digital. Guru dapat menyesuaikan strategi pembelajaran yang digunakan dengan tipe gaya belajar siswa, ada yang visual, auditory, kinestethic dan digital. Strategi belajar ada strategi langsung (memori, kognitif dan kompensasi) dan tidak langsung (Metacognitif, afektif dan social)”, terang Dr. Hj Mufidah.

Beliau juga mencontohkan bagaimana aplikasi strategi-strategi berikut dalam pembelajaran bahasa. Peserta konferensi antusias menyimak kegiatan ini, ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh perserta pada sesi tanya jawab.

Setelah selesai sesi pemaparan dari ke 3 narasumber dan tanya jawab,agenda berikutnya adalah sesi pemakalah pendamping, peserta dapat mengakses paparan dari pemakalah pendamping melalui program book yang berisi abstrak dan tautan video youtube yang berisi paparan materi dari makalah pendamping. Selanjutnya jika ada yang ditanyakan, peserta dapat bertanya melalui kolom komentar atau email.

“Meskipun sekarang sedang pendemi COVID-19, tidak lantas membuat kita terhalang untuk terus mengembangkan ilmu dan berbagi hasil penelitian yang dimiliki, karena banyak cara yang dapat dilakukan seperti konferensi secara daring yang dilakukan oleh FKIP UM Banjarmasin ini, narasumber utama presentasi menggunakan aplikasi zoom dan pemakalah pendamping pada sesi parallel dapat presentasi yang diunggah melalui akun youtube”. terang Yansyah, M.Pd selaku ketua pelaksana Konferensi Nasional.(rn/rh)

 

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *